Kalau Aku jadi Dia

Kalau aku jadi dia, aku malu, sebab aku berdiri di atas kaki kebodohan, candaan, dan lawakan.

Kalau aku jadi dia, aku malu, sebab masih mengungkit hal-hal yang sepantasnya tak perlu diungkit.

Bukti apalagi yang akan menunjukkan kebodohanmu?

Sudahlah lebih baik legowo saja, kalah bukan berarti mati. Masih ada hidup yang lebih baik untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Kebenaran dan keadilan itu tidak harus selalu terlihat sekarang, sebab ia akan menjadi hal terindah jika waktunya tiba nanti.

Kalau aku jadi dia, aku dengan senang hati akan mengawasi apa saja yang telah terucap, apa saja yang telah terpaku dalam hati para insan yang baik.

Advertisements

2 thoughts on “Kalau Aku jadi Dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s