Hari Bumi, Selamatkan Bumi atau Manusia?

This slideshow requires JavaScript.

earth day doodles, sumber: https://www.google.com/doodles/earth-day-2016

Hari ini tanggal 22 April 2016, tentunya sahabat sudah tahu bahwa setiap tanggal 22 April diperingati sebagai hari bumi sedunia (Earth Day). Happy Earth Day ya sahabat!

Hari bumi diperingati sebagai bentuk kasih sayang kita kepada bumi kita tercinta. Semoga saja tidak hanya diperingati tetapi juga ada aksi nyata kita sebagai manusia untuk menjaga dan merawat bumi demi kelangsungan hidup umat manusia.

Ngomong-ngomong soal hari bumi guys, ada yang salah persepsi sepertinya dengan makna dari hari bumi. Mungkin manusia seluruh bumi ini salah persepsi tentang hari bumi. Dan ini engga lucu guys. Apa yang salah?

Oke, setiap hari bumi diperingati setiap tanggal 22 April setiap tahunnya (oops, kebanyakan kata “setiap”) banyak sekali manusia sebut saja orang-orang membuat poster, selebaran, spanduk, meme, karikatur, status, tweet, dll baik di media cetak maupun online tentang hari bumi. Iya, dan pasti ada kata-kata begini:

Happy Earth Day, Save Our Earth!

atau

Selamat hari bumi, mari selamatkan bumi!

atau

Selamat hari bumi, selamatkan bumi dengan tidak merusak hutan!

atau

Selamat hari bumi, selamatkan bumi dengan tidak membuang sampah sembarangan!

atau

Selamat hari bumi, selamatkan bumi dengan gerakan menanam satu juta pohon!

atau kalimat-kalimat lain yang intinya ada kalimat “selamatkan bumi”.

Oh my god, guys. Semua orang membicarakan tentang menyelamatkan bumi. Tidak ada satupun orang yang berbicara menyelamatkan manusia. Sebenarnya siapa yang terancam sih? Bagaimana kalian mau menyelamatkan bumi? Jika bumi sudah rusak dan hancur, tentu kalian sudah tidak mungkin ada di muka bumi, guys. Jadi kenapa kalian berteriak-teriak “Selamatkan bumi, selamatkan bumi!!!”

Baik, mungkin ada beberapa kalian yang gagal paham dengan isi paragraf di atas. Jadi begini guys, bumi ini adalah rumah kita, yang harus kita jaga dan kita rawat. Kenapa? Karena bumi adalah satu-satunya tempat di seluruh alam semesta (kecuali ditemukan tempat lain, maybe, jika Tuhan menghendaki) yang bisa ditinggali dan mendukung keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.Jika bumi sudah rusak karena bencana, artinya sudah tidak bisa ditinggali umat manusia, manusia pasti sudah musnah ketika hari itu terjadi. Terus bagaimana kita mau menyelamatkan?

Baiklah, mungkin masih ada yang gagal paham. Aku akan coba jelasin berdasarkan arti atau makna dari setiap kata. Arti kata menyelamatkan adalah membebasakan, menghindarkan dari bahaya, bencana; menolong supaya selamat dari bencana. Lebih jelasnya, coba buka di KBBI kalian deh. Jadi, kata “selamatkan bumi kita atau save our earth!” berarti membebaskan, menghindarkan, menolong bumi agar selamat dari bencana. Oke, makna ini kurang tepat guys. Menurut aku ini adalah diksi yang salah.

Why?

Bumi sedang tidak dalam bahaya. Atau setidak-tidaknya saat ini belum ada bahaya atau bencana yang mengancam kehancuran bumi. Bahaya dan bencana itu hanya khayalan di pikiran kita, artinya belum terjadi. Kalaupun hal itu terjadi tentu saja manusia sudah musnah terlebih dahulu. Bagaimana tidak musnah duluan orang tempat yang ditinggali sudah rusak karena bencana. Perumpamaannya itu seperti ini, bumi itu adalah rumah bagi kita, dan kita selalu dan hanya bisa hidup di dalam rumah, kita tidak mungkin hidup di luar rumah (emang kalian bisa hidup di luar bumi?). Bayangkan jika rumah kamu tiba-tiba ambruk, roboh, meledak atau dibom dari luar, dan rumah kamu rusak, hancur berantakan. Pertanyaan aku adalah, apakah orang yang di dalam rumah itu (kamu, aku, dan kita semua umat manusia) masih hidup? Tentu tidak bukan, kecuali saat rumah itu meledak kamu sedang jalan-jalan di planet Mars, terus kamu balik dari sana kamu dapati bumi sudah luluh-lantak tak berpenghuni dan kamu sendirian melihat kehancuran bumi. Jadi, kamu tidak akan bisa menyelamatkan bumi di saat kehancuran itu tiba, sebab kamu sudah tiada sebelum hal itu terjadi.

Menurut aku guys, kalimat yang tepat adalah bukan “menyelamatkan bumi”, tetapi “selamatkan manusia“. Manusialah yang perlu diselamatkan, kita tidak akan ada daya untuk menyelamatkan bumi setelah kehancurannya sebab kita sudah musnah terlebih dahulu sebelum hal itu terjadi. Makanya di awal postingan ini (paragraf 2) aku bilang “menjaga dan merawat bumi demi kelangsungan hidup umat manusia” bukan “menyelamatkan bumi demi kelangsungan hidup umat manusia.”

Atau mungkin, kalau konteksnya ingin ada kata “bumi”nya ya seharusnya “mari merawat dan menjaga bumi kita”. Setidaknya kata merawat dan menjaga adalah kata yang layak pada konteks ini, sebab yang bisa kita lakukan hanyalah merawat dan menjaga rumah kita agar tetap nyaman bagi kita dan anak cucu kita untuk ditinggali.

Artinya, kita merawat bumi ini sebenarnya bukan sedang menyelamatkan bumi tetapi sedang berusaha menyelamatkan umat manusia agar tidak musnah. Tindakan kita yang membuang sampah sembarangan, menebangi hutan tanpa reboisasi, memproduksi asap polusi, dll bukanlah tindakan yang menyebabkan kerusakan atau kehancuran bumi, tetapi hanya membuat di dalam rumah kita ini menjadi tidak nyaman ditinggali sebab terjadi banjir, polusi, wabah penyakait dll. Sementara rumah kita, bumi, tetap kokoh berdiri hingga waktu yang ditentukan oleh Sang Pencipta, Tuhan Sejagat Raya.

Selamat Hari Bumi, Selamatkan Manusia!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s