Siapa yang Pelupa?

Pagi itu, mentari terbit terlalu cepat. Entah karena dia ingin segera tersenyum dan menyapa manusia, atau karena memang dia ingin berbeda dari yang biasanya. Lirih gemericik airĀ  bersama suara-suara burung pun bersahut-sahutan menyanyikan lagu gembira karena mentari sungguh elok mengunir. Burung-burung itu ingin bilang bahwa hari ini adalah hari yang bahagia sebab belum tentu hari esok mentari akan terbit lagi. Mereka takut mentari akan terbenam dalam kerakusan manusia.
Continue reading