Wejangan dari Dosen Pembimbing

Pagi ini saya bangun kesiangan, benar-benar udah siang, iya jam 08.00 baru bangun. Mungkin gara-gara semalam begadang, maklum mahasiswa tingkat akhir memang suka begadang. Walaupun entah apa yang dilakukan, yang penting begadang aja sampai pagi. Hehehe

Satu hal yang saya selalu menyesal adalah saya selalu terlambat setiap ingin bertemu dosen pembimbing (dospem). Tidak tahu kenapa, selalu begitu. Sampai-sampai saya selalu diingatkan oleh dospem setiap setelah selesai bimbingan “Minggu depan jangan terlambat ya!”, dan selalu saya jawab “baik pak.” Saya jadi benci pada diri saya sendiri, karena sering tidak tepat waktu. Padahal saya sudah berusaha untuk tepat waktu dalam segala hal, tetapi benar-benar susah. Ada saja yang bikin saya terlambat ketika ada janjian. Oh, mungkin karena golongan darah saya O. Iya, katanya golongan darah O memang suka gitu. Tapi entahlah, yang penting mulai hari ini saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tepat waktu dalam hal apapun.

Okeh, jadi setelah bertemu dengan dospem bukannya beliau mengoreksi kerjaan saya tetapi malah memberi beberapa wejangan kepada saya. Dosen saya yang satu ini memang benar-benar T.O.P deh. Beliau adalah dosen sekaligus seorang figur bapak, sahabat, dan motivator saya. Senang sekali setiap mendapat wejangan dari beliau.

Wejangan hari ini tentang IPK+K. Apa itu?

I: Insha Allah, yang artinya jika Allah menghendaki. Bagaimana agar Allah selalu menghendaki terhadap apa yang kita kerjakan dan usahakan? Jawabannya adalah pahami kehendak Tuhan dan lakukan hal-hal yang menjadi kehendak Tuhan. Jangan bertindak menuruti kehendak pribadi, nafsulah yang akan mengendalikan kita. Dan jika sudah nafsu telah menutup mata batin kita, yang ada hanyalah keserakahan, ketamakan, dan kerusakan moral.

Bangsa ini adalah bangsa beragama, tetapi tidak bertuhan. Banyak orang taat beribadah, tetapi tidak memahami kehendak Tuhan. Pada akhirnya kerusakan lah yang ia kerjakan.

P: Pelajari, marilah mempelajari segala sesuatu. Belajar sejak lahir hingga mati.

K: Kerjakan. Jika segala sesuatu sudah sesuai kehendak tuhan dan sudah dipelajari tentunya harus diamalkan. Tidak ada ilmu yang bermanfaat sebelum kita amalkan.

K: Karakter. Ini adalah bagian terpenting. Karakter adalah penentu siapa kita sebenarnya.

Baiklah, itu saja yang ingin saya share. Daaa, sampai ketemu lagi.

 

Advertisements